Karjo Bakso aku punya nama Ibu penjual pecel, bapak pengemudi praoto, dan itulah keluarga Meski hidup keras di kota, tapi semangat tetap menyala Walau status KTP bujang belaka
Kategori: Puisi
Balada Karto Gembol (4)
Engkau siapa ? Rumahmu dimana ? Apa Kerjamu ? Yakin kau dengan kehendakmu ? Pertanyaan-pertanyaan Wak kaji terus bernyanyi … Di telinga Karto Gembol yang jadi nyaris tuli …
Balada Karto Gembol (3)
Bersediakah engkau mengaji ? Mungkin kalimat itu yang khan keluar dari bibir Lastri Jika memang Karto Gembol mencintai Bersediakah menjadi imam sholatku ? Mungkin kalimat itu yang akan beradu Jika memang dua hati bertemu
Balada Karto Gembol (2)
Selembar uang berwarna ungu menelisik dalam kutang lusuh Bersama peluh keringat kerja Parti Menghibur hati setiap lelaki Dari preman pasar sampai camat Silahkan datang dengan cawat Apapun keinginan syahwat bisa lewat Tapi jika istri tau bikin gawat
Balada Karto Gembol (1)
Gelegak tawa memecah langit Gending mengalun dengan bait Swara-swara memecah angkasa Membelah diri Mengubah suasana Karto Gembol namanya Laki-laki hitam tak bagus rupa karto gembol dia punya nama Kuli pasar merangkap preman itulah dia…
amarah pada tanah air udara
…lalu kita pertarungkan hak dan kewajiban dengan pedang kata dan kekuasaan, kita hujamkan egositas kita pada tanah pada air pada udara





