Karjo Bakso aku punya nama
Ibu penjual pecel, bapak pengemudi praoto, dan itulah keluarga
Meski hidup keras di kota, tapi semangat tetap menyala
Walau status KTP bujang belaka
Hati Karjo tertambat kini
Pada Lastri yang berlalu tiap hari
Disela langganan yang datang mengisi mengantri
Dipojok pasar disengat matahari
Kulihat lirikan mata Karto Gembol ikut juga
Memberi warna dan tertangkap ini mata
Cemburupun datang jua
Laksana dua singa berebut mangsa
Cemburu jadi dendam membara
Ketika Karto Gembol meludahi jiwa
Saat Karjo coba hindari
godaan Parti yang menguji diri
Dan Karto Gembol tertawa membahana
Engkau laki-laki apa wanita ?
Serengai Karto Gembol padanya
Tak bisakah kemaluanmu berdiri ?
Memeluk Parti pergi berlalu kembali
Dari rombong bakso diterik siang hari
Dan tertawa membahana pasar
Pada hati yang tercabik kasar
Dari hati kecil Karjo yang berteriak nanar
Rasa malu jadi dendam membakar
Hanya ada satu singa di belantara
Hanya ada satu laki-laki dihatinya
Cita-cita telah diujung kepala
Sejuta rencana harus nyata !
Diajeng Lasti milik diri
Karto Gembol harus mati
Sembari mengasah pisau belati
Untuk rencana malam ini.
(*pic taken from http://www.hallgroat.com )
...terbaca 472 kali...