Kata demi kata menyusuri ruangan ini. Meluncur laksana air di dedaunan kala hujan. Senyap jiwa coba diobati dengan sesungging senyum. Namun hati merintih, menjerit. Mampukah jiwa bertahan dengan cita-cita ? Sudikah waktu menghormati perjuanganku ? Sampaikah masa dikala bahagia ?
Kategori: Puisi
resolusi warung kopi
sejenak menghirup asap kopi terasa pahit hidup ini seperti langkah yang terpatah-patah layaknya burung yang hendak terpanah
sajak hati pada jiwa
Izinkan ku titipkan jasad hidupku padamu kekasih Berikan haknya untuk hidup Izinkan kau bebaskan pikiran jiwanya agar tak redup oleh jaman berikan haknya untuk bebas merdeka
bagaimana bisa aku mencintaimu* ?
bagaimana bisa aku mencintamu.. jika kau pasang pagar menutup dirimu atas nama keamanan atas nama ketertiban
JI*
1. Jalma Jan Jumeneng Jisim Jinejer Jronging Jiwa 2. Rohing Rindu, Rineteping Rasa, Rasaning Risma Rinenggo 3. Luputa Lara, Laraning Lena. Lelana-ning Lelakon Laksana. 4. Patrapan Pangling Prasasat Podho, Pilih Pacitran Pun Pamegatira 5. Manggalih Madya Marang Maha, Menehi Manah Mring Manungsa 6. Nemahi Nitra, Nilih Nelangsa Napa Nulak Nora Nista. 7. Tujuannipun Tumuju, Tumraping […]
Jika saat tlah tiba
Jika kau tanya padaku, kemana aku akan pergi. Maka jawablah, Aku tidak akan kemana-mana. Bahkan kematian tidak memisahkan kita. Luka-luka adalah senyawa perbaikan jiwa Dari diri rapuh Dari luka melepuh
