Balada Karto Gembol (3)

121_mediumBersediakah engkau mengaji ?
Mungkin kalimat itu yang khan keluar dari bibir Lastri
Jika memang Karto Gembol mencintai

Bersediakah menjadi imam sholatku ?
Mungkin kalimat itu yang akan beradu
Jika memang dua hati bertemu

Laki-laki gagah dengan bekas-bekas luka
Terlihat berwibawa penuh selaksa sukma
Terbersit rasa suka dihati
Tapi malu adalah perhiasan Lastri

Bukan lengan gagah khan melindungi
Hanya teduh mata wibawa menentramkan hati
Bukan otot kawat balung wesi tanpa tanding
Hanya kepolosan, kejujuran dan kesetiaan tanpa banding

Itulah yang dilihat Lastri pada preman pasar itu
Pada tiap sore merekah merah di mayapada bersatu
Rasa tertarik hati datang dan pergi saat ngaji
Disurau pasar dekat kali

Pernah sekali, Lastri melihat Karto Gembol tersenyum
Meski tak sebersih para santri, wajah itu bagai lembayung
Pernah juga, Lastri melihat laki-laki itu merenung
Mata apinya, tertutup mendung.

Apakah yang kau pikirkan itu wahai ksatria ?
Bukankah kokoh lenganmu siap menghadapinya ?
Realitas dunia adalah taman bermain bagimu
Dan cinta kita pasti bersatu ?

Gumam Lastri suatu hari
Tatkala mendung kembali hinggap dimata sang lelaki

Ah.. cintakah ini ?
Tepis Lastri dalam-dalam
kembali ke peraduan

Ah.. pantaskah ini ?
Tukas Lasti dalam hati
sambil melewati hari

Hasrat hati ingin mengukir belahan jiwa
Wicara tak pernah bersua
Hasrat diri ingin mengukir masa depan
Entah bagaimana cara…

(* picture taken from 18thcenturyblog.com )