Sajak tentang Cinta

ketika Engkau mencintai, Engkau mencitrakan diri ketika Engkau mencintai, Engkau membebaskan ciptaan ketika Engkau mencintai, Engkau mewujudkan ketika Engkau mencintai, Engkau siap untuk dibenci (Surabaya, 19 Mei 2009, pasca diskusi malam dengan cinta tentang Cinta).

dalam durma rangsang

Sebuah lapangan luas terhampar di depan istana. Seorang laki-laki kurus hitam berjalan dari tepi lapangan menuju tengah tanah lapang. Berjalan tertatih, sedikit tersendat, menuju tengah lapangan luas keraton. Di tengadahkannya wajah hitamnya kearah udara, memandang sekilas ke seluruh luasan lapangan kraton, menghela nafas lirih, dan kemudian berjalan kembali. Bibirnya bergetar menggumamkan lirih nada-nada durma rangsang […]