* in the home of abandoned ground.. she was kneeling on the floor. in empty space, she stare at the wall since forcess strange, force her fall in darkness she lay still on the floor frozen alone as the night crawl in silance she answer the call nobody echo’s in the hall
Sajak tentang Cinta
ketika Engkau mencintai, Engkau mencitrakan diri ketika Engkau mencintai, Engkau membebaskan ciptaan ketika Engkau mencintai, Engkau mewujudkan ketika Engkau mencintai, Engkau siap untuk dibenci (Surabaya, 19 Mei 2009, pasca diskusi malam dengan cinta tentang Cinta).
dalam durma rangsang
Sebuah lapangan luas terhampar di depan istana. Seorang laki-laki kurus hitam berjalan dari tepi lapangan menuju tengah tanah lapang. Berjalan tertatih, sedikit tersendat, menuju tengah lapangan luas keraton. Di tengadahkannya wajah hitamnya kearah udara, memandang sekilas ke seluruh luasan lapangan kraton, menghela nafas lirih, dan kemudian berjalan kembali. Bibirnya bergetar menggumamkan lirih nada-nada durma rangsang […]
catur alias skak alias chess
Seorang sahabat bertanya pada saya sore ini : Sebuah pion musuh, bila maju sampai titik akhir papan catur akan berubah menjadi apa saja yg dia mau. Apakah mentri, kuda, benteng bahkan raja sekalipun bisa menjadi pion bila maju sampai titik yang sama ? Ataukah sudah tugasnya ksatria, menteri, kuda, serta benteng untuk mempersiapkan diri untuk […]
say it to me now *
I’m scratching at the surface now And I’m trying hard to work it out So much has gone misunderstood This mystery only leads to doubt And I didn’t understand When you reached out to take my hand And if you have something to say You’d better say it now
Kata-kata tak menyelesaikan apa-apa
Kata demi kata menyusuri ruangan ini. Meluncur laksana air di dedaunan kala hujan. Senyap jiwa coba diobati dengan sesungging senyum. Namun hati merintih, menjerit. Mampukah jiwa bertahan dengan cita-cita ? Sudikah waktu menghormati perjuanganku ? Sampaikah masa dikala bahagia ?
