cinta datang dalam senja
menghias merah cakrawala
berhias debur air dan pasir pantai
angin semilir membelah angkasa
membawa kabar tentang kekasih disana
tenanglah hati, sabarlah jiwa
kepastian akan datang menyelesaikan semua
Seorang sahabat berbisik
Cinta yang tulus membuahkan kesederhanaan, bukan kerumitan
Dalam kerumitan hari coba sejenak memandang lautan
Dalam kata coba kulukis rindu yang sederhana
Medio 25 Juli 2009, Malang, saat LED merah berwarna putih di kamera.

hmmm…..
“Seorang sahabat berbisik
Cinta yang tulus membuahkan kesederhanaan, bukan kerumitan”
. . . beberapa saat setelah dia beranjak, memberi akhir dari sebuah kecup-kecup terlarang, aku bertanya-tanya mengapa dia harus datang dengan seikat krisan putih pada suatu sabtu pagi, dan mengapa . . . dari sekian juta denyut hidup perempuan, dia mengguratkan carut luka di atas hatiku . . .
. . . terkadang aku tertawa kecil dengan sisa humor seadanya, aku ingin bertanya kepadanya, permainan macam apa ini. namun bagaimana mampu aku bicara dengannya, sedangkan kedua telinganya berada pada leher yang sedari dulu telah menjadi buruan bisik liar yang lain. dan hatinya pun, sudah lama menjadi mangsa jalang yang lain . . .
@wendy
…dipilihnya hari sabtu pagi, karena dia tau, sabtu malam bukanlah miliknya..
…dipilihnya kecupan terlarang, karena kecupan resmi nan legal formal bukan juga miliknya..
…dipilihnya carut-marut luka dalam hatimu, agar kenangan cintamu padanya hilang musnah..
tak perlu engkau berbisik, tak juga engkau harus teriak, karena dia mengerti..
bahwa dirinya bukan lagi milikmu
bahwa dirinya adalah milikNya.
(he3x…)