PPID dan Open Data : Analogi

Ada pertanyaan menarik yang pernah muncul terkait dengan opendata (http://data.bandaacehkota.go.id) dan ppid (http://ppid.bandaacehkota.go.id). Jika sudah ada opendata, ngapain ada aplikasi ppid ? atau sebaliknya.

Izinkan saya menjawabnya dengan beberapa analogi.

Misalkan ada 2 toko, toko pertama kita sebut saja opendata. Toko kedua kita sebut PPID. Kedua toko menjual barang yang hampir mirip sebenarnya. Toko Opendata menjual DATA. Toko PPID menjual INFORMASI. Apa korelasi kedua barang tadi : DATA adalah barang mentah, INFORMASI adalah barang setengah jadi/barang jadi. (Memakai pendekatan definisi jaman sekolah dulu : INFORMASI adalah DATA yang telah diolah).

Toko Opendata menjual DATA dengan konsep self service. Ambil sendiri datanya dan gratis. Sama-sama gratis, toko PPID menjual INFORMASI dengan metode pelayanan. Ada pelayan toko (staff PPID) yang membantu anda memberikan INFORMASI dengan tahapan-tahapan seperti pada toko kelontong umumnya : pemesanan barang, ditimbang, deal, penyerahan. Agak rumit memang toko PPID ini, tetapi layanannya jelas.

Masalah utama dari toko PPID adalah bahwa barang yang dijual perlu ditanyakan dulu kepada pelayan. Apakah tersedia atau tidak. Ditambah “kerumitan” transaksi menyebabkan bisa jadi customer enggan bertransaksi. Tapi ingat : anda dilayani lho di toko ini. Tidak seperti toko sebelah yang silahkan masuk, liat barang mentah yang anda inginkan dan ambil sendiri.

So.. untuk siapa toko Opendata : untuk pembeli yang paham benar apa yang diinginkan. Untuk siapa toko PPID : untuk pembeli yang mungkin masih memerlukan bantuan apakah barang yang dicarinya ada atau tidak.

Analogi lebih spesifik lagi, saya membayangkan toko Opendata adalah hypermart barang mentah/onderdil mobil/motor, dan toko PPID adalah showroom kendaraan dengan keramahan kemanusiaannya. So.. bagi pengguna otomotif, silahkan ke PPID. Bagi tukang oprek kendaraan, silahkan ke Opendata. Bukankah memang ada 2 macam user/client di dunia transaksi ini ?

Semoga dengan cerita singkat ini membantu rekan-rekan yang mungkin masih bingung apa itu PPID dan Opendata.

Banda Aceh, 4 November 2015