Balada Karto Gembol (6)

Mengendap Karjo Bakso dalam remang malam
Berselimut gelap, cahaya hati tlah padam

Disudut pasar, Karjo Bakso menunggu mangsa
Preman pasar perebut pujaan hati,
perengut harga diri,
itulah targetnya.

Sebilah belati terselip menambah bara api
Sebotol arak menambah berani
Hanya ada satu kata hati
Karto Gembol harus mati.

Dan kita perkosa kebenaran suci
dengan harga-harga bernilai tinggi
dan kita ludahi kesucian Ilahi
dengan kata-kata berisi ilusi

Hingga hilang makna
Hingga musnah binasa
Hilang sudah mimpi
karna mimpi tak bisa dibeli

Lenyap sudah harapan
karna rasa tak berada di depan
Senyap sudah senyuman
Berganti seringai serigala nan tak tampan

Sayup swara membahana
Karjo tak sengaja membunuh Lastri
yang mencoba melerai perkelahian antar lelaki.

Demi cinta yang tak teraihnya
Karto Gembol membalas luka.
Ditikamnya Karjo Bakso penuh amarah
Untuk semua luka yang menanah.

Lasti menjerit ketakutan.
Menjadi saksi sendiri dalam kekalutan.
Berteriak keras membelah angkasa, coba dilakukan
Penghuni pasar tergeragap, Karto Gembol tertangkap tangan.

Meludah ia ketubuh lawannya,
Meski tangan tlah terborgol jua.

Tersungging senyum kemenangan dimata,
Untuk tubuh Karjo Bakso tak bernyawa.

Meski telaga airmata tak terbendung jua,
Untuk kekasih yang tak jadi miliknya.

(*pic taken from http://www.sagaofseven.com)