Balada Karto Gembol (5)

Karjo Bakso aku punya nama
Ibu penjual pecel, bapak pengemudi praoto, itulah keluarga
Meski hidup keras di kota, tapi semangat tetap menyala
Walau status KTP bujang belaka

Hati Karjo tertambat kini
Pada Lastri yang berlalu tiap hari
Disela langganan yang datang mengisi
Dipojok pasar disengat matahari

Lirikan mata Karto Gembol ikut juga
Memberi warna dan tertangkap mata
Cemburupun datang jua
Laksana dua singa berebut mangsa

Cemburu jadi dendam membara
Ketika Karto meludahi jiwa
Saat Karjo coba menghindari
Parti yang mencoba menggoda diri

Dan Karto Gembol tertawa membahana
Engkau laki-laki apa wanita ?
Serengai Karto Gembol padanya

Tak bisakah kemaluanmu berdiri ?
Memeluk Parti pergi berlalu kembali
Dari rombong bakso diterik siang hari

Dan tertawa membahana pasar
Pada hati yang tercabik kasar
Dari hati kecil Karjo yang berteriak nanar
Rasa malu jadi dendam membakar

Hanya ada satu singa di belantara
Hanya ada satu laki-laki dihatinya
Cita-cita telah diujung kepala
Sejuta rencana harus nyata !

Diajeng Lasti milik diri
Karto Gembol harus mati
Sembari mengasah pisau belati
Untuk rencana malam ini
.

(*pic taken from http://www.hallgroat.com )