Matrikulasi 4 : Kenyataan

Seorang pemuda, dengan baju bertuliskan nama lembaga mahasiswa berada di depan komputernya. Didekatnya sebuah proposal kegiatan bertuliskan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus tergeletak. Dilayar laptopnya, sebuah aplikasi messenger terbuka..  sebuah nama yang aneh menyapa..
anarchi : Hallo feb..
febri : Get out from here you spam. (tulis febri dengan geram).
anarchi : No.. Aku bukan spam.
febri : well. Prove to me that you’re not spam…
anacrhi : Aku tau segala kegelisahanmu.. pertemuanmu dengan pakdhe, sis
dan gumpalan-gumpalan kegundahanmu.. Bahkan.. engkau bisa bilang
bahwa aku bertanggung jawab terhadap hampir semua hal yang menjadi
gundahmu.
febri : Siapa sich kmu ? Gw lagi sumpek nih !!!!
anarchi : Engkau memiliki banyak pertanyaan untuk diajukan, dan meskipun
melewati proses yang mengubah kesadaranmu, engkau masih saja tidak
berubah, sehingga, beberapa jawabanku soal sumpekmu akan engkau
mengerti dan beberapa yang lain.. akan sangat tidak engkau pahami.

febri : YOU WASTED MY TIME. F#CK OFF !!

anarchi : Sabar 🙂 Semuanya sebenarnya semua sudah sesuai, sementara pertanyaan pertamamu adalah yang paling mengena, bisa ataupun tidak engkau sadari, adalah juga merupakan pernyataan, yang sangat tidak cocok untuk keberadaanmu saat ini.
febri : Keberadaanku ? Memangnya knp dgn keberadaanku ?

anarchi : Keberadaanmu sebagai aktifis adalah penjumlahan sisa-sisa dari
persamaan yang tidak seimbang, sebuah turunan sistem pendidikan
dengan kurikulumnya, maka engkau mendidik adik-adikmu dalam ospek.
anarchi : Engkau adalah anomali yang.. yah.. (abaikan usaha tulusku untuk
membuatmu tetap menjadi mahasiswa biasa), yang tidak mampu aku
hapuskan dari sistem.
anarchi : Yang entah mengapa menjadi aku syukuri karena telah menjadi harmoni matematika dari kepresisian perhitunganku tentang entitas aktifis.
Sementara dengan eliminasi yang lain dan diwaktu yang lain.. aku bisa menghapus aktifis pemberontak sepertimu.
anarchi : Hal itu tidak bisa terhitung, namun demikian terprediksi. Sehingga
pertemuan ini bisa terjadi.

[sambil sedikit kesal febri mengetikkan jawaban] febri : you haven’t answered my question !
anarchi : Engkau benar. he3x. Btw, Engkau lebih cepat tersadar dari para pendahulumu.

[sebuah kopi paste panjang dari anarchi tertuliskan kata-kata dari id febri dan
kalimat-kalimatnya…] anarchi : 09 Agustus 1996 – febri : Apa !!! Ada pemberontak lain ? Aktifis lain yang masih hidup ? Berapa orang ?
anarchi : 09 Agustus 1998 – febri : Aku gak percaya padamu !! JAWAB PERTANYAANKU BANGSAT !!!
anarchi : 09 Agustus 2002 – febri : BANGSAT !! TAK IGGY LUE !!

[kembali lagi.. id aneh itu mengeluarkan kata-katanya..] anarchi : Sejarah pemberontakan para aktifis sangat panjang. Dimulai
dari negeri ini belum ada, sampai sekarang.. Dan dari titik itu..
engkau adalah aktifis pemberontak ke 6 yang kutemui.

[id anarchi kembali mengkopipastekan isi chating lain di layar messengernya..] anacrhi : 09 Agustus 1996 – febri : APA !! Ada id yang sama denganku ? Lima orang ? Aneh banget ?
anacrhi : 09 Agustus 1998 – febri : Kamu berbohong !! This is bulshit!!
anacrhi : 09 Agustus 2002 – febri : aku takut.. aku gak ngerti.. 🙁

[kembali lagi febri mengetikkan kalimatnya] febri : Jika semua itu benar adalah aku.. bagaimana mungkin itu bisa terjadi ?
febri : Hanya ada 2 penjelasan yang masuk akal : tidak ada yang tahu,
atau tidak ada yang memberitahukan padaku tentang ini semua…

anarchi : Tepat sekali 😀
anarchi : Seperti yang telah engkau raba sendiri, anomali-anomali tersebut
telah tersistemkan. Telah terinstitusi. Terciptanya fluktuasi
dalam bentuk aktifis pemberontak sepertimu, berfungsi sebagai
penyeimbang dari bentuk natural sistem pendidikan. Sebuah penyeimbang
dari persamaan matematika dasar. Penguasa/Penindas dan Budak-budaknya.
Sama seperti Plus dan Minus. Tercipta dan kemudian terhubung dengan
tanda sama dengan atau sebanding.

[id anarchi kembali mengkopipastekan isi pembicaraan dengan febri-febri dijaman lain] anarchi : 09 Agustus 1996 – febri : sistem bangsat !! aku berhak menyatakan apapun yang aku inginkan!!!
anarchi : 09 Agustus 1998 – febri : Awas lu.. Jangan offline, gw hack lu..
anarchi : 09 Agustus 1998 – febri : HEII.. Jangan LARI LU BANGSAT.. DIMANA ELU NGENET SEKARANG !!!
anarchi : 09 Agustus 2002 – febri : Duh.. Gusti.. kemana engkau pergi..
anarchi : 09 Agustus 2002 – febri : D#nC03K.. MATAMU !!!

[kembali lagi febri mengetikkan kalimatnya sendiri] febri : Pilihan. Masalahnya adalah dalam pilihan perjuangan.

anarchi : Sistem pendidikan yang pertama kali aku rancang sangat-sangat sempurna. Sebuah mahakarya seni, tanpa cela. Istimewa. Sebuah kesempurnaan.. sejajar dengan kesalahan yang sangat monumental juga. 🙂
anarchi : Kesalahan monumental yang terjadi pada sistem itu adalah sebuah konsekwensi logis dari konstruksi yang sistemik dari sistem pendidikan itu sendiri. Ketika kau atur 100% seluruh pergerakan, maka engkau akan kehilangan 100% kemanusiaan. Termasuk di dalamnya kreatifitas dan pengembangan.

anarchi : Maka berdasarkan kesalahan sistem pendidikan tersebut, maka aku buat agar lembaga mahasiswa sebagai representasi dari sisa-sisa kumulasi kekurangan sistem pendidikan untuk memiliki cita-cita idealisme yang lebih kongkrit. Mengalahkan para pendidiknya. Dalam kerangka demokrasi. Dalam bentuk egositas dan jargon-jargon lokal lembaga. Menuju kesetimbangan antara pendidik dan peserta didik. Dan sekali lagi, sejujurnya, akupun frustasi karena kesalahan-kesalahan tadi.

anarchi : Kekuatan egositas memang memperkuat pergerakan dan stamina, tapi di titik lain, hal itu mengurangi kemampuan dialektika yang ada. Alih-alih membuat mereka menjadi seimbang, maka yang terjadi adalah ketidak mampuan wacana dan bahasa. Berdasarkan itulah, aku perlu seseorang yang memiliki kesetaraan status denganmu namun memiliki wawasan bahkan umur yang hampir sama dengan para penguasa kecilmu. Jika aku adalah bapak dari sistem ini, maka dia adalah ibu dari para pemikir sepertimu.

febri : seorang pakdhe maksudmu ?

anarchi : 😉 Siapapun namanya, dia tidak sesempurna itu. Engkau bisa merasakan bahwa dia memberikan pilihan bebas pada hampir setiap permasalahan yang engkau ceritakan padanya. Namun sebenarnya dia memberikan ketidak-bebasan pilihan padamu sebesar 99% tanpa engkau sadari.

anarchi : Meskipun jawaban sementara tadi berfungsi pada awalnya, namun di akhir prosesi kerangka dasar dari konstruksi pendidikan baru ini sangat-sangat tidak stabil, sehingga menciptakan sebuah kontradiksi. Alih-alih menciptakan banyak alumni yang sangat berguna bagi nusa, bangsa dan agama, dengan sistem ini, mayoritas hasilnya jadi tidak berguna. Yang berguna bahkan adalah yang minoritas. Para kaum pemberontak dari sistem pendidikan ini.

febri : maksudmu, orang-orang di kafet yang rata-rata kuliah lama dan bahkan mengundurkan diri dari kampus ?

anarchi : 🙂 Engkau kembali online, karena kegelisahan bahwa kultural kafet akan hancur. Semua kebiasaan produksi kreatifitas dari kafet akan berhenti. Seluruh karya binasa.

febri : bullshit !!
anarchi : penyangkalan dan amarah adalah respon manusia dari kemapanan dirimu. Tapi yakinlah, bahwa ini yang ke-6 kalinya kita merubah sistem pendidikan bahkan paradigma negara ini. Bahkan makin lama kita makin cerdas dalam melakukan perubahan-perubahan ini.

[KENYATAAN] anarchi : fungsimu menjadi mahasiswa ataupun aktifis adalah belajar dari sekitarmu, kemudian menjadi pemimpin bangsa yang selanjutnya akan melanjutkan usaha-usaha yang engkau bilang tidak benar ini. Sekian orang terpilih dan kemudian kembali berkuasa, dan (bisa dibilang) akan menindas kreatifitas-kreatifitas lain di masa depan.

anarchi : kegagalan dalam melanjutkan “penjagaan korupsi budaya yang terkorporasi” ini akan menyebabkan bangsa ini akan dilirik dan kemudian dibinasakan oleh bangsa-bangsa lain. Bangsamu akan musnah dan kehancuran akan menjadi nyata.

febri : Bukankah setiap bangsa membutuhkan bangsa lain untuk berhubungan ? Untuk hidup ? bahkan untuk diperbudak oleh realitas yang ada sekarang ? Engkau tidak akan berani melakukannya. Engkaupun akan mati jika itu terjadi.

anarchi : Dengan posisi, lokasi dan seluruh kemampuanku saat ini, kehilangan kebangsaan dan kebanggaan sebagai bangsa adalah harga yang wajar untuk dekade ini. Aku bisa jadi bangsa apa saja dan bisa tinggal dimana saja.

anarchi : Namun demikian yang lebih penting adalah pertanyaan ini  “Apakah dirimu siap untuk berubah dari aktifis idealis menjadi koruptor sejati demi keselamatan bangsa dan negaramu sendiri  dari dunia ? “

anarchi : tahukah kamu bahwa menarik melihat reaksimu sekarang ? Lima orang pendahulumu, di desain benar-benar dengan pengalaman yang lurus sebagai aktifis idealis bahkan ke tingkatan partai politik. Tapi pengalaman dirimu.. lebih spesifik dan personal.. atau engkau boleh menyebut pengalaman itu dengan…

anarchi : cinta

febri : nyonya ?

anarchi : saat ini dia berani menunggu seluruh petualanganmu dengan mengorbankan dirinya.
febri : wtf..
anarchi :  jadi lebih menarik lagi bukan ? Cabang pilihan hidupmu benar-benar terpentang seperti layaknya awal dan akhir.

anarchi : Ada dua jalan yang ada di depanmu saat ini. Jalan yang ke kanan adalah menetap di kotamu saat ini, tetap idealis bahkan menjadi bagian dari sistem pendidikan yang ada kemudian mencoba menyelamatkan kultural
kreatifitas yang engkau percaya ada.

anarchi : Atau jalan yang ke kiri, keluar dari kotamu, menjadi realis prakmatis
manusia pada umumnya. Meninggalkan jubah idealitas yang selama ini kau perjuangkan.
anarchi : Tapi kita tahu jawabannya bukan ?

[DISCONNECTED]

Medio Malang, 28 Juli 2010
Masa-masa menjelang wisuda

(*picture illustration taken from here
(* cerita diambil dari film the matrix trilogi, diubah dan disesuaikan seperti berikut ini :