elektro official site – dari masa ke masa

elektro-2010“Pakdhe, ayo jalan-jalan…” kata pemuda itu suatu hari. “Kemana ? dan ngapain jalan-jalan. Bukankah segelas kopi di kafet ini masih juga nikmat tanpa perlu bergerak kemana-mana ?” kata saya terkejut dengan hadirnya.
“Saya lagi sumpek, marah dan sudah ndak bisa lagi berkata apa-apa terhadap kemandekan yang saya rasakan di jurusan saya ini..” kata pemuda tadi bersungut-sungut sambil nyaut satu batang rokok surya 12 saya..

Wah.. ternyata pemuda ini mulai merasa kemrungsung dengan kondisi stagnasi yang ada di dunia yang di gelutinya. Ah.. dunia IT. Meski anak muda satu ini bukan anggota tim riset di jurusannya, tapi dia memang pegelut dan pegulat IT yang juga sudah malang melintang tak karuan di dunia IT. (tapi ya gitu.. masih saja jagoan kampung, ndak berani kemana-mana).
“Masa.. netiket aja ndak tau ? Masak yang namanya nulis berita di situs resmi saja kok masih pakai huruf besar semua ? Apa dia pikir dia itu lagi teriak-teriak ke orang2 ? Arrgh…” katanya sambil ngucel-ngucel rambutnya yang awut-awutan dan nyruput kopi pesanan saya tadi.
“Saya jadi males untuk membantu adek-adek saya untuk berkembang… Saya patah semangat pakdhe.. ” katanya lirih setelah satu tegukan kopi habis diminumnya.

Wah.. ketimbang habis rokok saya untuk semua curhat dia dan makin habis semangat regenerasi, dan developmentnya, maka saya ikuti ajakannya untuk jalan-jalan.

“Oke.. mari kita jalan-jalan. Tapi ndak usah jauh-jauh. Saya yang akan menentukan kemana kita melangkah, dan kemudian sampai kapannya. Metodenya seperti apa, itu terserah saya dan apapun hasil jalan-jalan ini berjanjilah kamu tetap akan semangat untuk terus bergerak dan berjuang di dunia IT yang kamu geluti..” kata saya tegas.

“Wah.. lha kok ngono rek.. ” ujarnya memelas. “Kok jadi senioritas gitu ? Kok berat banget ?” ujarnya memohon pengurangan kewajiban pasca jalan-jalan ini.

“Ya.. mo gimana lagi, lha wong kamu itu sudah lama di kampus ini. Trus satu batang rokok serta satu sruputan kopi pesenan saya telah kamu habiskan. Maka kamu sekarang telah terikat kontrak denganku..” ujar saya nggedabrus sambil mrenges dengan cakepnya. 😀

“Tapi saya jamin, dirimu pasti seneng.. tenang saja..” ujar saya menenangkannya.

“Yo wis.. aku nurut..” kata pemuda tadi menyerah kalah.”Kita jalan-jalan kemana pakdhe ?” katanya penasaran.

“Baiklah.. kita akan jalan-jalan.. menembus waktu.” ujar saya kalem berusaha ndak membuatnya terkejut. “Weiks.. sampeyan kie termasuk dhukun ato gimana tho ?” kata pemuda tadi terkejut dan hampir tersedak kopi.

“Enggak.. saia cuman tau beberapa rapalan lama yang membantu manusia-manusia IT sepertimu kembali ke masa lalu.. wis tho.. nyante saja..” kata saya mrenges lagi.. “Sekarang.. pejamkan mata, dan mari kita berjalan ke tahun-tahun lalu dari kekecewaanmu yang sekarang..” ujar saya nyantai..

Tak terasa pemuda itupun terdiam dan mengikuti keinginan saya. kemudian dengan rapalan kuno, saya ajak dia ke sebuah tempat yang menarik dirinya menjadi seorang programmer IT muda di jurusannya.

Dan berlahan.. sebuah gambarpun terhampar.
Setiap tahun, sebuah karya visual dari kreatifitas-kreatifitas jamannya muncul menggambarkan kemampuan setiap insan kreatifnya.
Bertindak, bergerak dan berkarya

[slideshow id=8 w=400 h=300]

“Kapan-kapan kita jalan-jalan ke tempat lain yuk pakdhe..” kata pemuda itu dengan mata berbinar-binar. Aku hanya tersenyum dan melambaikan tangan sambil berkata dalam hati “Selamat berkarya anak muda. Semoga perjalanan ini membuatmu makin dewasa..”

(* terima kasih banyak utk semua webmaster + webdesigner yang telah berkarya dengan baik dimanapun anda berada)
(* this post is bandwith eater.. sorry for that 😀 )