Adalah…

reformasi98Adalah tidak wajar, ketika seorang mahasiswa diharapkan memberikan sebuah solusi konkrit dan terstruktur terhadap kompleksitas permasalahan pendidikan.

Adalah hal yang sangat-sangat wajar, ketika mahasiswa berteriak “HOREE!!!” ketika semua sistem pendidikan membuat sang mahasiswa menjadi nyaman belajar oleh sistem pendidikan.

Adalah sangat sepi, ketika orang tua mahasiswa dirumah makin jauh dari anak-anaknya dan anak-anak mereka bernama mahasiswa juga makin jauh dari orang tua mereka di kampus tercinta.

Adalah sangat wajar, ketika mahasiswa lulus dengan cepat dan alumni jadi sangat menjauh, sewajar seorang manusia takut terhadap ketakutannya dan mencoba melarikan diri dari tempat menakutkannya. Secepatnya. Sejauh-jauhnya.

Adalah hal yang sangat menggelikan, tatkala seorang memanggil orang lain dengan sebutan adik-adik (sebuah sebutan persaudaraan antara yang berderajat kakak dan adik) namun memperlakukan sang adik (mahasiswa) seperti layaknya anak mereka (hingga tidak perlu dilibatkan secara langsung dalam hal-hal keluarga dengan alasan masih kecil).

Adalah hal yang sangat wajar, jika perlakuan sebagai anak-anak membuat kenakalan kekanak-kanakanpun muncul (mencontek, menipu, berbohong dan berkelahi) disebuah pendidikan yang seharusnya mendidik, membina dan mencetak manusia dewasa. Jangan-jangan sistem pendidikannyalah yang membuat mereka belajar untuk melakukan hal kekanak-kanakannya itu.

Adalah tanda tanya besar, siapa penulis idiom ”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Tidakkah ada idiom ”Dosen menarik banyak uang gaji, dan murid menjual diri” saat itu ? Ataukah jangan-jangan penulis idiom itu bukan guru, bukan dosen bahkan bisa jadi idiom itu ditulis oleh seorang siswa ?

Adalah hal yang cukup menggelikan, ketika hukum di sebuah negara berlaku tidak surut sementara hukum di sebuah universitas/fakultas/jurusan berlaku sejak ditetapkan dan berpengaruh kepada siapa saja dan kapan saja tanpa memandang hukum diatasnya.

Adalah rasa kangen yang sangat dalam, bagi para mahasiswa untuk duduk sejajar dengan ”kakak-kakak” mereka yang memanggil mereka dengan penuh rasa cinta,  ”Adik-adik mahasiswa”,  untuk duduk sejajar bersama-sama mencari kebenaran sejati keilmuan.

Adalah kerendahan hati yang paling dalam yang sangat diperlukan untuk mengakui bahwa kita masih perlu banyak belajar untuk mendapatkan pembelajaran yang baik.

(sebuah tulisan yang ditemukan disebuah hardisk kecil entah sejak kapan saya simpan, tapi.. sepertinya masih relevan dengan pembungkaman BEM-UI, rekan-rekan mahasiswa STAIN-KENDARI dan juga kejadian di kampus saya sendiri.)

(*picture reformasi 98 taken from here)

  • rendra

    Refleksi yang terjadi dikampus kita tercinta (dulunya) adalah buah dari dinamit ketidak kompetitifnya sebuah environment kita berada..Sudah sangat cukup banyak dan mungkin bisa dibilang muka badak jika kita tetap membahas dan memprihatinkan kondisi seperti ini. Karena Saya pun tidak lebih dari adik-adik di sana karena memang saya berada dalam sebuah environment yang sangat tidak menguntungkan karena pada dasarnya bertindak cerdas dan heroik bukan berarti harus bodoh,konyol dan menggunakan konsep ngawurologi dan pikirnantilogi.
    Mengapa kita tidak mencoba untuk bener-bener ikhlas dan melihat dengan kenyataan kalau memang semua itu sudah mati?bukankah mengakui dan melepas dengan ikhlas juga sikap ksatria?karena ksatria bukan berarti bertarung darah.
    (Mari Paman,bangun,saatnya sampean membantu dari luar,karena adik-adikmu juga butuh waktu untuk menjalani hidupnya sendiri dan menjadi diri mereka sendiri)..

  • @rendra : lha.. ngajak metu kie, arep traktiran po ? ha3x.. Iya.. ini juga dalam proses mo keluar.. biasa… orang tua klo mo keluar kota kie, biasanya ngomel2 soal rumah dan sebagainya… (mbuh maneh yen moro2 karo rizkie E’01 disuruh malah jaga rumah lagi?) Ha3x..