Bah !

Bah !
Penulis coba memberikan pada Penyair sebuah karya untuk disajikan dalam peraduan kali ini. Harapan penulis, sang penyair mampu menyajikan karya yang tidak terlalu fenomenal ini untuk menjadi lebih baik dan sempurna dengan kata-kata sang penyair. Dan jika sang penyair ternyata gagal, bisu atau bahkan tidak menyenangkan pendengarnya, maka izinkanlah penulis menerima semua lemparan tomat dan pisang dari para pemirsanya.

Tulisan ini dibuat sesederhana mungkin agar penyair paling bodoh didunia manapun, mampu menyajikannya bagaikan sastrawan terkemuka. Karena dengan segenap kemampuan penulis, maka sang penyaji diharapkan tidak perlu menambahkan kata-kata apa-apa lagi maka para pendengar dapat menyimaknya. Dan semoga para pendengar tidak secepatnya pergi dari ruangan karena seluruh komposisi dari karya sastra ini ternyata hanyalah tulisan penulis belaka.
Sebuah kisah tentang seorang laki-laki yang mencoba menjadi penulis,
Sebuah legenda tentang seorang laki-laki yang dikhianati
Tidak oleh yang dicintai
Tapi oleh dirinya sendiri.
Dengan geram sang laki-laki mengeram…
Er…………………….. Bah!!!!!
Bah !
Dengan semua kekuasaan yang lahir dari kekuatan yang kalah
Bah !
Dengan semua kekayaan yang lahir dari kemiskinan keadaan
Bah !
Dengan semua kejahatan yang lahir dari kebaikan yang salah
Bah ¡
Dengan semua tulisan-tulisan cakar ayam di dinding-dinding kota yang telah mati.
Siang tadi.
Siang tadi, seorang tua gila meneriakkan kata-kata bah dan memberondongkan segenap kata-kata yang pernah tersimpan dalam memori otaknya yang sudah miring. Sepertinya hanya memori itu yang masih hidup dalam tubuh tak bernama. Sepertinya hanya memori itu yang membuatnya menjadi orang gila. Bahkan bisa jadi yang membaca tulisan ini dan mempertunjukkannyapun akan menjadi gila.
Gila ?
Gila !
Ya.. gila, ketika semua kesadaran akan kebenaran telah tertumpas oleh seluruh lubang peluru kemunafikan
Ya gila, ketika seorang laki-laki menuntun anaknya untuk disembelih karena Tuhannya berkata demikian dalam mimpinya.
Ya gila, ketika seorang laki-laki tua membangun sebuah kapal diatas gunung sementara hujan tak pernah turun.
Ya gila, ketika seorang anak tukang patung membongkar kepala berhala-berhala untuk membuktikan bahwa mereka telah hidup atau mati.
Ya gila, ketika seorang yang bisa dipercaya, menyebutkan bahwa Tuhan itu satu, dan semua orang mencemoohnya.
Apa kemudian kita basuh kaki para orang gila dijalanan seperti para dewa ?
Atau kita mintai keterangan saja bagaimana cara lulus cepat cara gila dari orang gila di jalananan ?
Atau bahkan tolong tanyakan gilakah orang gila ketika orang gila tidak memberikan nomer togel yang keluar minggu ini hanya agar orang –orang disekitarnya tidak berjudi ?
Ah.. sudah gila barangkali sang penulis tulisan ini sehingga membahas orang gila pada era informasi.
Atau… jangan-jangan
Ah…
Suara dering HP menghentikan berondongan kata-kata ke kepala ini
SMS
Short message services
Layanan pesan singkat
Ketik REG SPASI WETON bla.. bla.. bla… na.. na.. na… ba.. ba.. ba…
Bah !
Sudah edan orang jaman sekarang ? Bahkan dhukunpun masuk ke HP ? Dimana otak mereka ?
Dimana ?
Dimana orang-orang jaman sekarang jempolnya sudah gede-gede semua karena sudah mampu menekan 160 huruf dalam waktu hitungan detik. Bahkan strukturisasi bahasa menjadi rusak karena kecepatan otak dan jempol mereka sudah seperti balapan formula satu saja.
Seperti sebuah kaum yang taat pada agama baru bernama komunikasi, maka jari kita dan tangan kita dengan cepat meraih HP kita dan melihat siapa yang menelpon atau siapa yang menghubungi kita.
Sementara suara speaker masjid masih saja sekeras itu dan hati para ummatnyapun masih sekeras batu.
Mungkin sudah saatnya sekarang sedikit dirubah. Sholat 5 kali sehari selama 1 bulan penuh bonus payung. Atau adzan rutin 1 bulan bonus tas pinggang. Bahkan andaikata mampu menjadi imam masjid ndak pernah bolong, silahkan ambil ibadah umroh gratis dari panitia…
Lantas kemudian sebagai syarat dari pemenuhan seluruh hadiah diatas, maka takmir masjid memberikan sebuah syarat baru, bahwa bagi siapa saja yang mau sholat dimasjid tersebut, maka wajib membeli kartu sholat seharga 50 ribu rupiah untuk masa berlaku sholat 1 bulan.
Ha.. ha.. ha.. ah….. ah…
Sambil terengah-engah.. para pembaca dan pirsawan berkata dalam hati :
Ah…
Sudah gila ternyata penulis satu ini.
Bahkan bau kentutnyapun, sedikit menyinggung eksitensi SARA.
(medio malang, dibuat pada 1-2 tahun lalu, ditambahi pada 08-09-2008)

...terbaca 47 kali...